Bagi sebagian orang, makan merupakan kegiatan menyenangkan. Namun di balik itu, ketika Anda menikmatinya, apakah berkualitas nilai gizinya? Percuma saja jika penampilan, aroma, dan cita rasanya baik, tapi gizinya rendah. Padahal, tubuh kita sangat mengandalkan manfaat yang dimiliki zat gizi dari makanan tersebut. Alasannya, tubuh tidak dapat memproduksi beberapa jenis zat gizi. Jadi, zat yang ada di dalam makanan, menjadi penting bagi kesehatan kita.
Ketika tubuh Anda melakukan pencernaan, makanan dipecah menjadi berbagai macam zat gizi yang mudah diserap ke dalam aliran darah. Kemudian, langsung diedarkan ke seluruh sel tubuh Anda. Tapi, tahukah Anda, jika lebih dari 40 jenis zat gizi di dalam makanan, dikelompokkan menjadi 6 kelompok dengan fungsi yang unik dan spesifik.
1. Karbohidrat.
Di dalam tubuh kita, zat gizi ini adalah sumber utama energi bagi tubuh. Yang perlu Anda perhatikan, ada dua jenis karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks (zat tepung) dan gula yang dapat dicerna dan diserap oleh tubuh. Namun, ada juga karbohidrat lainnya yang terdapat pada serat. Tapi, serat tidak termasuk zat gizi, karena tidak dapat dicerna dan diserap oleh tubuh. Meskipun, serat sangat membantu pencernaan dan memberikan perlindungan terhdapat beberapa penyakit.
2. Lemak.
Tubuh Anda tentunya tidak dapat membuat semua jenis asam lemak yang diperlukan. Meskipun begitu, asam lemak dapat diperoleh dari makanan yang Anda konsumsi. Lemak selain berfungsi untuk menghasilkan energi, juga alat transportasi zat gizi lain dan bagian dari berbagai sel tubuh.
3. Protein.
Zat gizi ini tentunya dapat juga diubah menjadi energi, bila tubuh Anda kekurangan karbohidrat dan lemak. Jika hal ini terjadi, protein hanya berfungsi sebagai pemeliharaan jaringan tubuh. Padahal, protein yang mengandung asam amino ini bekerja untuk membangun, memperbaiki, dan mempertahankan jaringan tubuh Anda. Pada prinsipnya, tubuh Anda dapat memproduksi asam amino yang nonesensial. Sedangkan asam amino yang esensial harus diambil dari makanan.
4. Vitamin.
Setiap jenis vitamin yang masuk ke dalam tubuh, tentunya akan mengatur sendiri dengan proses yang berbeda. Karena perannya yang aman spesifik, setiap jenis vitamin tidak dapat menggantikan fungsi vitamin yang lain. Sebab, fungsi vitamin adalah pemicu berbagai proses dalam tubuh, yang mengawali terjadinya reaksi kimia di dalam sel-sel tubuh.
5. Mineral.
Fungsi mineral sama halnya dengan vitamin. Ia bekerja sebagai pemicu proses, dan memiliki pembagian tugas yang unik.
6. Air.
Tahukah Anda, jika air itu dapat membantu mengatur suhu tubuh kita. Pasalnya, berat tubuh kita terdiri atas air sebanyak 55% sampai 75%. Peranan air di dalam tubuh kita, sebagai pengatur proses pengataran zat gizi dan kimia tubuh lainnya ke dalam sel. Dan, membawa perginya limbah yang dihasilkan tubuh.
Sumber: RamuRacik.com
Selasa, 30 Juni 2009
JILBAB Mengurangi Risiko KANKER
Saat ini, jilbab bukan lagi fenomena kelompok sosial tertentu, tetapi sudah menjadi fenomena seluruh lapisan masyarakat. Tidak sedikit jumlah artis, eksekutif, dan publik figur lainnya menggemari dan menggunakannya.
Beruntunglah Anda yang sudah mengenakan jilbab (veil), kerudung bagi wanita muslim ini tak hanya menunjukkan kerendahan hati dan kesopanan, tetapi juga melindungi Anda dari penyakit mematikan.
Jilbab yang dikenal dengan beberapa istilah, seperti chador (Iran), pardeh (India dan Pakistan), milayat (Libya), abaya (Irak), charshaf (Turki), hijab (Mesir, Sudan, dan Yaman), dapat memperkecil risiko pemakainya terkena kanker tenggorokan dan hidung. Alasannya, jilbab mampu menyaring sejumlah virus yang suka mampir ke saluran pernapasan bagian atas.
Profesor Kamal Malaker asal Kanada, menyatakan wanita Arab Saudi - yang sebagian besar menutup wajahnya secara penuh- jarang sekali terserang virus epstein barr, yang menyebabkan kanker nasofaring. Bisa dikatakan jumlah penderita kanker jenis ini sangat rendah.
"Jilbab melindungi wanita dari infeksi saluran pernapasan bagian atas, " tulis Saudi Gazette, Jum’at (19/3), mengutip pernyataan Malaker, "Di Arab Saudi, jumlah wanita penderita kanker nasofaring sangat rendah dibandingkan laki-laki," lanjut Malaker.
"Kenyataan ini sungguh menarik, bagaimana pakaian adat yang begitu sederhana memiliki pengaruh begitu besar pada kehidupan manusia," ujar Malaker, kepala bidang onkologi radiasi Rumah Sakit King Abdul Azis.
Kanker nasofaring merupakan kanker yang paling banyak diderita masyakarakat untuk jenis kanker Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Kepala Leher (KL).
Tingginya angka penderita kanker nasofaring terutama akibat keberadaan virus epstein barr yang hampir ada pada 90 persen masyarakat di negara berkembang. Jika virus tersebut ’terbangun’, maka dapat terjadi mutasi sel yang berujung pada kanker nasofaring.
Nasofaring merupakan saluran yang terletak di belakang hidung, tepatnya di atas rongga mulut.
Gejala awal dari kanker nasofaring tersebut antara lain gejala pada telinga yang ditandai dengan dengingan terus-menerus pada telinga.
Di samping itu, sering disertai gejala pada hidung seperti pilek berkepanjangan yang disertai dengan darah, suara parau yang berkepanjangan, sering mimisan dan nyeri saat menelan.
Kanker nasofaring merupakan penyakit kanker keempat yang paling banyak menyerang penderita kanker di Indonesia. (zrp/Reuters)
sumber: http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0403/23/112402.htm
Beruntunglah Anda yang sudah mengenakan jilbab (veil), kerudung bagi wanita muslim ini tak hanya menunjukkan kerendahan hati dan kesopanan, tetapi juga melindungi Anda dari penyakit mematikan.
Jilbab yang dikenal dengan beberapa istilah, seperti chador (Iran), pardeh (India dan Pakistan), milayat (Libya), abaya (Irak), charshaf (Turki), hijab (Mesir, Sudan, dan Yaman), dapat memperkecil risiko pemakainya terkena kanker tenggorokan dan hidung. Alasannya, jilbab mampu menyaring sejumlah virus yang suka mampir ke saluran pernapasan bagian atas.
Profesor Kamal Malaker asal Kanada, menyatakan wanita Arab Saudi - yang sebagian besar menutup wajahnya secara penuh- jarang sekali terserang virus epstein barr, yang menyebabkan kanker nasofaring. Bisa dikatakan jumlah penderita kanker jenis ini sangat rendah.
"Jilbab melindungi wanita dari infeksi saluran pernapasan bagian atas, " tulis Saudi Gazette, Jum’at (19/3), mengutip pernyataan Malaker, "Di Arab Saudi, jumlah wanita penderita kanker nasofaring sangat rendah dibandingkan laki-laki," lanjut Malaker.
"Kenyataan ini sungguh menarik, bagaimana pakaian adat yang begitu sederhana memiliki pengaruh begitu besar pada kehidupan manusia," ujar Malaker, kepala bidang onkologi radiasi Rumah Sakit King Abdul Azis.
Kanker nasofaring merupakan kanker yang paling banyak diderita masyakarakat untuk jenis kanker Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Kepala Leher (KL).
Tingginya angka penderita kanker nasofaring terutama akibat keberadaan virus epstein barr yang hampir ada pada 90 persen masyarakat di negara berkembang. Jika virus tersebut ’terbangun’, maka dapat terjadi mutasi sel yang berujung pada kanker nasofaring.
Nasofaring merupakan saluran yang terletak di belakang hidung, tepatnya di atas rongga mulut.
Gejala awal dari kanker nasofaring tersebut antara lain gejala pada telinga yang ditandai dengan dengingan terus-menerus pada telinga.
Di samping itu, sering disertai gejala pada hidung seperti pilek berkepanjangan yang disertai dengan darah, suara parau yang berkepanjangan, sering mimisan dan nyeri saat menelan.
Kanker nasofaring merupakan penyakit kanker keempat yang paling banyak menyerang penderita kanker di Indonesia. (zrp/Reuters)
sumber: http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0403/23/112402.htm
20 Siasat Agar Hidup Lebih Sehat
1. Biasakan Menggunakan Dentall Floss. Gunakan sedikitnya sekali sehari. Ilmuwan percaya, bakteri berhubungan dengan plak gigi dan gangguangusi berpengaruh terhadap penyempitan pembuluh darah arteri dan membentuk gumpalan darah di pembuluh jantung. Penelitian menunjukkan orang yang punya gangguan periondontal berisiko 2 kali lebih tinggi punya gangguan jantung atau menderita stroke dari pada yang punya gusi sehat. Bakteri dari gusi juga berhubungan dengan diabetes dan gangguan paru-paru kronis.
2. Tunda Mencium Pasangan Sampai Ia Selesai Gosok Gigi. Hasil penelitian menunjukkan, bakteri yang menyebabkan gangguan gusi dapat ditularkan melalu ciuman,.Horward S Glozer, D.D.S., spokeperson untuk Academy of General Dentistry, mengatakan, "Anda dapat saling menularkan infeksi dengan berbagi makanan, gelas minum, bersin atau apa saja yang menyebabkan berpindahnya air liur."
3. Keringkan Tubuh Dari Atas Bukan Sebaliknya Rodney Basler, M.D, dari University of Nebraska Medical Center mengingatkan, "keringkan tubuh setelah mandi dari kepala terus ke bawah." Mengeringkan kaki terlebih dahulu dapat menyebarkan jamur lebih luas ke daerah sensitiv anda!
4. Sempurnakan Kebersihan Diri
Menurut Academy of General Dentistry, sebagaian besar orang menyikat giginya kurang lama.
Sikatlah gigi anda setidaknya sepanjang satu lagu (sekitar 3 menit). Usahakan untuk menyenandungkan lagu "Happy Birthday" dua kali saat mencuci tangan untuk hasil terbaik.
5. Tanggalkan Sepatu. Berjalan mengelilingi ruangan tanpa alas kaki selama 5 menit, baik untuk kaki Anda,
Menurut Suzanne Levine, D.P.M, New York Podiatrist. "Tidak hanya merangsang sirkulasi yang
melegakan perasaan lelah dan tertekan, tapi juga melatih dan memperkuat otot kaki. "Jika tidak memungkinkan untuk melakukannya di kantor, Anda dapat melakukan sambil duduk. Lenturkan kaik dengan misalnya, menulis huruf dengan kaki Anda sepanjang hari secara berkala.
6. Jangan menggunakan Tangga (Turun) Selama ini Anda tahu, sebaiknya gunakan tangga dari pada elevator. Tapi menurut Jon Giswold, pelatih di New York, lebih baik menggunakan elevator kalau mau turun. "Saat turun, beban sepenuhnya ada pada lutut." Bagi wanita, mungkin karena alasan anatomi, biasanya sering mengalami cidera lutut.
7. Letakkan Apel Hijau Di atas Meja.
Apel hijau bukan hanya makanan sehat. Penelitian Smell and Taste Treatment and Research Foundation di Chicago membuktikan, wangi apel hijau mampu mengurangi stres.
8. Minum Teh Hijau. Penelitian membuktikan, minum sekitar 4 cangkir teh hijau setiap hari akan mengurangi risiko terkena kanker dan mungkin juga ganggunan Jantung. Daun teh mengandung bahan antioksidan berkadar tinggi, yang diduga dapat mengurangi kerusakan sel yang memicu gangguan tadi.
9. Renggangkan Tubuh Anda
Saat menelepon, usahakan dalam posisi berdiri. Atau berjalanlah menyampaikan pesan pada rekan sekantor Anda, daripada mengirimkan email atau lewat telepon. Tidak hanya baik untuk memperbanyak aktivitas fisik, tapi kurangnya aktivitas fisik selama beberapa waktu, bisa mengirimkan sinyal ke otak, seperti saat menjelang tidur, dan membuat Anda mengantuk.
10. Makan Brokoli. Menurut laporan yang dipresentasikan di Konferensi Experimental Biology, 1997, orang yang makan setengah cangkir brokoli (tak perlu banyak-banyak) setiap minggu, punya risiko lebih kecil terhadap berkembangnya kanker usus dibandingkan yang tidak makan sama sekali.
11. Makan Coklat. Coklat mengandung tembaga yang diperlulan darah untuk membawa oksigen, demikian penuturan Nancy Betts, Ph.D., peofesor nutrisi dan diet di Unversity Of Nebraska. Rata-rata wanita hanya punya 1,01 mg tembaga, jauh dibawah yang disarankan, 1,5-3,0 mg setiap hari. Tambahkan 3 ounches coklat, bisa menambah 0,6 mg.
12. Makan Makanan Italia. Saus marinara untuk makan malam atau pizza untuk makan siang, cukup sehat untuk dimakan.
Dalam Journal Of The National Canceeer Institute disebutkan, zat yang ada dalam tomat lycopene) bisa menjadi zat anti kanker.
13. Jangan Lupa Roti Bawang Putih
Menurut penelitian Smell and Taste Treatment and Research Foundation, hanya dengan mencium aroma bawang putih, bissa membuat interaksi lebih positiv di antara anggota keluarga. Tak percaya? Coba saja.
14. Periksa Kursi. Saat mengemudi mobil, jika kursi terlalu dekat kemudi, bisa membahayakan, mengingat berkembangnya air bag bisa menekan Anda. Duduk sedikitnya 10-12 inchi dari tengah kemudi. Bagaimana Anda memegang kemudi, juga penting. Jangan sampai membuat Anda cepat lelah. Atur posisi kursi sebaik mungkin hingga Anda merasa nyaman dalam mengemudi.
15. Belajar Menikmati Kemacetan Lalu Lintas. Kemarahan yang mengalir begitu saja melihat kondisi lalu lintas, biasa dialami. Hal itu memicu peubahan sistem saraf dan hormon yang akhirnya bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Lain kali, Jika mengalai kemacetan yang membuat Anda kesal, pikirkan sesuatu yang menyenangkan atau seseorang yang Anda cintai. Usahakan mengganti suasana hati Anda. Peniliti di Institute of HearthMath California, menemukan bahwa perasaan positif dapat mengurangi kerusakan yang biasanya dialamu sebagai respon stres.
16. Hati-hati Obat Yang Digunakan
Menggunakan ibuprofeen untuk sakit kepala bisa membuat Anda merasa lelah, sementara obat nonsteroidal antiinflammatory dapat menenangkan. Dalam menjalani pengobatan, terus teranglah pada dokter Anda, untuk mencegah reaksi yang membahayakan jika dicampur obat yang dianjurkan dokter Anda.
17. Bergosip Untuk menyegarkan Tubuh. Secara teratur, temui teman-teman Anda. Selain membangun jaringan kerjasama dengan sesama teman, juga dapat membantu mengurangi stres. Sekaligus dapat menyehatkan bila dilakukan sambil berolahraga.
18. Jauhi Suara Bising
Kehilangan pendengaran menimpa hampir 6 juta orang Amerika berusia antara 18 dan 44 tahun.
Yang menyedihkan, kebanyakan dari mereka rusak pendengarannya gara-gara sering menggunakan vacuum cleaner dan hair dryer bersuara keras, juga mendengarkan musik dengan volume tinggi. Mulai saat ini, biasakan Anda memakai atau mendengarkan suara-suara sedang saja. Tak perlu membuat tetangga Anda terbangun.
19. Awet Muda Dengan Bercinta
Gerontologist Michael F. Roizen,M.D., sekaligus penulis buku Real Age: Are You As Young As You Can Be? Menjelaskan, sumber awet muda adalah dengan bercinta. Ia mengatakan punya kehidupan seks yang sehat dapat mengurangi usia biologis Anda sampai 8 tahun. Seks mengurangi stres dan meningkatkan keintiman. Cobalah melakukan dengan pasangan Anda.
20. Jangan Malas. Suatu cara mrningkatkan aktivitas fisik dengan mengurango perilaku yang membuat Anda duduk atau diam terus menerus, seperti menonton TV. Demikian saran William Dietz, M.D., yang juga Direktur Divisi Nutrisi dan Aktivitas Fisik di Centers For Diseasse Control and Prevention di Atlanta. http://crb.elga.net.id/~lina/art-siasat.html
2. Tunda Mencium Pasangan Sampai Ia Selesai Gosok Gigi. Hasil penelitian menunjukkan, bakteri yang menyebabkan gangguan gusi dapat ditularkan melalu ciuman,.Horward S Glozer, D.D.S., spokeperson untuk Academy of General Dentistry, mengatakan, "Anda dapat saling menularkan infeksi dengan berbagi makanan, gelas minum, bersin atau apa saja yang menyebabkan berpindahnya air liur."
3. Keringkan Tubuh Dari Atas Bukan Sebaliknya Rodney Basler, M.D, dari University of Nebraska Medical Center mengingatkan, "keringkan tubuh setelah mandi dari kepala terus ke bawah." Mengeringkan kaki terlebih dahulu dapat menyebarkan jamur lebih luas ke daerah sensitiv anda!
4. Sempurnakan Kebersihan Diri
Menurut Academy of General Dentistry, sebagaian besar orang menyikat giginya kurang lama.
Sikatlah gigi anda setidaknya sepanjang satu lagu (sekitar 3 menit). Usahakan untuk menyenandungkan lagu "Happy Birthday" dua kali saat mencuci tangan untuk hasil terbaik.
5. Tanggalkan Sepatu. Berjalan mengelilingi ruangan tanpa alas kaki selama 5 menit, baik untuk kaki Anda,
Menurut Suzanne Levine, D.P.M, New York Podiatrist. "Tidak hanya merangsang sirkulasi yang
melegakan perasaan lelah dan tertekan, tapi juga melatih dan memperkuat otot kaki. "Jika tidak memungkinkan untuk melakukannya di kantor, Anda dapat melakukan sambil duduk. Lenturkan kaik dengan misalnya, menulis huruf dengan kaki Anda sepanjang hari secara berkala.
6. Jangan menggunakan Tangga (Turun) Selama ini Anda tahu, sebaiknya gunakan tangga dari pada elevator. Tapi menurut Jon Giswold, pelatih di New York, lebih baik menggunakan elevator kalau mau turun. "Saat turun, beban sepenuhnya ada pada lutut." Bagi wanita, mungkin karena alasan anatomi, biasanya sering mengalami cidera lutut.
7. Letakkan Apel Hijau Di atas Meja.
Apel hijau bukan hanya makanan sehat. Penelitian Smell and Taste Treatment and Research Foundation di Chicago membuktikan, wangi apel hijau mampu mengurangi stres.
8. Minum Teh Hijau. Penelitian membuktikan, minum sekitar 4 cangkir teh hijau setiap hari akan mengurangi risiko terkena kanker dan mungkin juga ganggunan Jantung. Daun teh mengandung bahan antioksidan berkadar tinggi, yang diduga dapat mengurangi kerusakan sel yang memicu gangguan tadi.
9. Renggangkan Tubuh Anda
Saat menelepon, usahakan dalam posisi berdiri. Atau berjalanlah menyampaikan pesan pada rekan sekantor Anda, daripada mengirimkan email atau lewat telepon. Tidak hanya baik untuk memperbanyak aktivitas fisik, tapi kurangnya aktivitas fisik selama beberapa waktu, bisa mengirimkan sinyal ke otak, seperti saat menjelang tidur, dan membuat Anda mengantuk.
10. Makan Brokoli. Menurut laporan yang dipresentasikan di Konferensi Experimental Biology, 1997, orang yang makan setengah cangkir brokoli (tak perlu banyak-banyak) setiap minggu, punya risiko lebih kecil terhadap berkembangnya kanker usus dibandingkan yang tidak makan sama sekali.
11. Makan Coklat. Coklat mengandung tembaga yang diperlulan darah untuk membawa oksigen, demikian penuturan Nancy Betts, Ph.D., peofesor nutrisi dan diet di Unversity Of Nebraska. Rata-rata wanita hanya punya 1,01 mg tembaga, jauh dibawah yang disarankan, 1,5-3,0 mg setiap hari. Tambahkan 3 ounches coklat, bisa menambah 0,6 mg.
12. Makan Makanan Italia. Saus marinara untuk makan malam atau pizza untuk makan siang, cukup sehat untuk dimakan.
Dalam Journal Of The National Canceeer Institute disebutkan, zat yang ada dalam tomat lycopene) bisa menjadi zat anti kanker.
13. Jangan Lupa Roti Bawang Putih
Menurut penelitian Smell and Taste Treatment and Research Foundation, hanya dengan mencium aroma bawang putih, bissa membuat interaksi lebih positiv di antara anggota keluarga. Tak percaya? Coba saja.
14. Periksa Kursi. Saat mengemudi mobil, jika kursi terlalu dekat kemudi, bisa membahayakan, mengingat berkembangnya air bag bisa menekan Anda. Duduk sedikitnya 10-12 inchi dari tengah kemudi. Bagaimana Anda memegang kemudi, juga penting. Jangan sampai membuat Anda cepat lelah. Atur posisi kursi sebaik mungkin hingga Anda merasa nyaman dalam mengemudi.
15. Belajar Menikmati Kemacetan Lalu Lintas. Kemarahan yang mengalir begitu saja melihat kondisi lalu lintas, biasa dialami. Hal itu memicu peubahan sistem saraf dan hormon yang akhirnya bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Lain kali, Jika mengalai kemacetan yang membuat Anda kesal, pikirkan sesuatu yang menyenangkan atau seseorang yang Anda cintai. Usahakan mengganti suasana hati Anda. Peniliti di Institute of HearthMath California, menemukan bahwa perasaan positif dapat mengurangi kerusakan yang biasanya dialamu sebagai respon stres.
16. Hati-hati Obat Yang Digunakan
Menggunakan ibuprofeen untuk sakit kepala bisa membuat Anda merasa lelah, sementara obat nonsteroidal antiinflammatory dapat menenangkan. Dalam menjalani pengobatan, terus teranglah pada dokter Anda, untuk mencegah reaksi yang membahayakan jika dicampur obat yang dianjurkan dokter Anda.
17. Bergosip Untuk menyegarkan Tubuh. Secara teratur, temui teman-teman Anda. Selain membangun jaringan kerjasama dengan sesama teman, juga dapat membantu mengurangi stres. Sekaligus dapat menyehatkan bila dilakukan sambil berolahraga.
18. Jauhi Suara Bising
Kehilangan pendengaran menimpa hampir 6 juta orang Amerika berusia antara 18 dan 44 tahun.
Yang menyedihkan, kebanyakan dari mereka rusak pendengarannya gara-gara sering menggunakan vacuum cleaner dan hair dryer bersuara keras, juga mendengarkan musik dengan volume tinggi. Mulai saat ini, biasakan Anda memakai atau mendengarkan suara-suara sedang saja. Tak perlu membuat tetangga Anda terbangun.
19. Awet Muda Dengan Bercinta
Gerontologist Michael F. Roizen,M.D., sekaligus penulis buku Real Age: Are You As Young As You Can Be? Menjelaskan, sumber awet muda adalah dengan bercinta. Ia mengatakan punya kehidupan seks yang sehat dapat mengurangi usia biologis Anda sampai 8 tahun. Seks mengurangi stres dan meningkatkan keintiman. Cobalah melakukan dengan pasangan Anda.
20. Jangan Malas. Suatu cara mrningkatkan aktivitas fisik dengan mengurango perilaku yang membuat Anda duduk atau diam terus menerus, seperti menonton TV. Demikian saran William Dietz, M.D., yang juga Direktur Divisi Nutrisi dan Aktivitas Fisik di Centers For Diseasse Control and Prevention di Atlanta. http://crb.elga.net.id/~lina/art-siasat.html
Kamis, 11 Juni 2009
KILAS KEDOKTERAN
Sejarah kedokteran
Pada awalnya, sebagian besar kebudayaan dalam masyarakat awal menggunakan tumbuh-tumbuhan herbal dan hewan untuk tindakan pengobatan. Ini sesuai dengan kepercayaan magis mereka yakni animisme, sihir, dan dewa-dewi. Masyarakat animisme percaya bahwa benda mati pun memiliki roh atau mempunyai hubungan dengan roh leluhur.
Ilmu kedokteran berangsur-angsur berkembang di berbagai tempat terpisah yakni Mesir kuno, Tiongkok kuno, India kuno, Yunani kuno, Persia, dan lainnya. Sekitar tahun 1400-an terjadi sebuah perubahan besar yakni pendekatan ilmu kedokteran terhadap sains. Hal ini mulai timbul dengan penolakan–karena tidak sesuai dengan fakta yang ada–terhadap berbagai hal yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh pada masa lalu (bandingkan dengan penolakan Copernicus pada teori astronomi Ptolomeus. Beberapa tokoh baru seperti Vesalius (seorang ahli anatomi) membuka jalan penolakan terhadap teori-teori besar kedokteran kuno seperti teori Galen, Hippokrates, dan Avicenna. Diperkirakan hal ini terjadi akibat semakin lemahnya kekuatan gereja dalam masyarakat pada masa itu.
Ilmu kedokteran yang seperti dipraktekkan pada masa kini berkembang pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 di Inggris (oleh William Harvey, abad ke-17), Jerman (Rudolf Virchow) dan Perancis (Jean-Martin Charcot, Claude Bernard). Ilmu kedokteran modern, kedokteran "ilmiah" (di mana semua hasil-hasilnya telah diujicobakan) menggantikan tradisi awal kedokteran Barat, herbalisme, humorlasime Yunani dan semua teori pra-modern. Pusat perkembangan ilmu kedokteran berganti ke Britania Raya dan Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an (oleh William Osler, Harvey Cushing).
Kedokteran berdasarkan bukti (evidence-based medicine) adalah tindakan yang kini dilakukan untuk memberikan cara kerja yang efektif dan menggunakan metode ilmiah serta informasi sains global yang modern.
Kini, ilmu genetika telah mempengaruhi ilmu kedokteran. Hal ini dimulai dengan ditemukannya gen penyebab berbagai penyakit akibat kelainan genetik, dan perkembangan teknik biologi molekuler.
Ilmu herbalisme berkembang menjadi farmakologi. Masa modern benar-benar dimulai dengan penemuan Heinrich Hermann Robert Koch bahwa penyakit disebarkan melalui bakteria (sekitar tahun 1880), yang kemudian disusul penemuan antibiotik (sekitar tahun 1900-an). Antibiotik yang pertama kali ditemukan adalah obat Sulfa, yang diturunkan dari anilina. Penanganan terhadap penyakit infeksi berhasil menurunkan tingkat infeksi pada masyarakat Barat. Oleh karena itu dimulailah industri obat.
>
Praktek kedokteran
>
Praktek kedokteran mengombinasikan sains dan seni. Sains dan teknologi adalah bukti dasar atas berbagai masalah klinis dalam masyarakat. Seni kedokteran adalah penerapan gabungan antara ilmu kedokteran, intuisi, dan keputusan medis untuk menentukan diagnosis yang tepat dan perencanaan perawatan untuk masing-masing pasien serta merawat pasien sesuai dengan apa yang diperlukan olehnya.
Pusat dari praktek kedokteran adalah hubungan relasi antara pasien dan dokter yang dibangun ketika seseorang mencari dokter untuk mengatasi masalah kesehatan yang dideritanya.
Dalam praktek, seorang dokter harus:
membangun relasi dengan pasien
mengumpulkan data (riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik dengan hasil laboratorium atau citra medis)
menganalisa data
membuat rencana perawatan (tes yang harus dijalani berikutnya, terapi, rujukan)
merawat pasien
memantau dan menilai jalannya perawatan dan dapat mengubah perawatan bila diperlukan.
Semua yang dilakukan dokter tercatat dalam sebuah rekam medis, yang merupakan dokumen yang berkedudukan dalam hukum
>
Relasi pasien-dokter
>
Relasi pasien dan dokter adalah proses utama dari praktek kedokteran. Terdapat banyak pandangan mengenai hubungan relasi ini.
Pandangan yang ideal, seperti yang diajarkan di fakultas kedokteran, mengambil sisi dari proses seorang dokter mempelajari tanda-tanda, masalah, dan nilai-nilai dari pasien; maka dari itu dokter memeriksa pasien, menginterpretasi tanda-tanda klinis, dan membuat sebuah diagnosis yang kemudian digunakan sebagai penjelasan kepada pasien dan merencanakan perawatan atau pengobatan. Pada dasarnya, tugas seorang dokter adalah berperan sebagai ahli biologi manusia. Oleh karena itu, seorang dokter harus paham benar bagaimana keadaan normal dari manusia sehingga ia dapat menentukan sejauh mana kondisi kesehatan pasien. Proses inilah yang dikenal sebagai diagnosis.
Empat kata kunci dari diagnosis dalam dunia kedokteran adalah anatomi (struktur: apa yang ada di sana), fisiologi atau faal (bagaimana struktur tersebut bekerja), patologi (apa kelainan dari sisi anatomi dan faalnya), dan psikologi (pikiran dan perilaku). Seorang dokter juga harus menyadari arti 'sehat' dari pandangan pasien. Artinya, konteks sosial politik dari pasien (keluarga, pekerjaan, tingkat stres, kepercayaan) harus turut dipertimbangkan dan terkadang dapat menjadi petunjuk dalam kepentingan membangun diagnosis dan perawatan berikutnya.
Ketika bertemu dengan dokter, pasien akan memaparkan komplainnya (tanda-tanda) kepada dokter, yang nantinya akan memberikan berbagai informasi tentang tanda-tanda klinis tersebut. Kemudian dokter akan memeriksa, mencatat segala yang ditemukannya pada diri pasien dan memperkirakan berbagai kemungkinan diagnosis. Bersama pasien, dokter akan menyusun perawatan berikutnya atau tes laboratorium berikutnya bila diagnosis belum dapat dipastikan. Bila diagnosis telah disusun, maka dokter akan memberikan ("mengajarkan") nasihat medis. Relasi pengajaran ini menempatkan dokter sebagai guru (Physician dalam Bahasa Inggris; berasal dari bahasa Latin yang berarti guru).
Relasi dokter dan pasien dapat dianalisa dari pandangan masalah etika. Banyak nilai dan masalah etika yang dapat ditambahkan ke relasi ini. Tentunya, masalah etika amat dipengaruhi oleh tingkat masyarakat, masa, budaya, dan pemahan terhadap nilai moral. Sebagai contoh, dalam 30 tahun terakhir, penegasan dan tuntutan terhadap hak otonomi pasien kian meningkat di dalam dunia kedokteran Barat.
Relasi dan proses praktek juga dapat dilihat dari sisi relasi kekuatan sosial (seperti yang dikemukakan Michel Foucault atau transaksi ekonomi. Profesi dokter memiliki status yang lebih tinggi pada abad lalu, dan mereka dipercaya untuk melakukan tindakan dalam kesehatan masyarakat. Hal ini membawa suatu kekuatan tersendiri dan membawa keuntungan serta kerugian bagi pasien.
Pada 25 tahun terakhir ini, kebebasan dokter dipersempit. Terutama dengan kehadiran perusahaan asuransi seiiring naiknya biaya perawatan kesehatan. Di berbagai negara (seperti Jepang) pihak asuransi juga mempunyai pengaruh dalam penentuan keputusan medis.
Kualitas relasi pasien dan dokter sangat penting bagi kedua pihak. Saling menghormati, kepercayaan, pertukaran pendapat mengenai penyakit dan kehidupan, ketersediaan waktu yang cukup, mempertajam ketepatan diagnosis, dan memperkaya wawasan pasien tentang penyakit yang dideritanya; semua ini dilakukan agar relasi kian baik.
Relasi kian kompleks di luar ruang praktek pribadi dokter, seperti pada bangsal rumah sakit. Dalam rumah sakit, relasi tak hanya antara dokter dan pasien, namun juga dengan pasien lainnya, perawat, pekerja dari lembaga sosial, dan lainnya
sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Kedokteran
Pada awalnya, sebagian besar kebudayaan dalam masyarakat awal menggunakan tumbuh-tumbuhan herbal dan hewan untuk tindakan pengobatan. Ini sesuai dengan kepercayaan magis mereka yakni animisme, sihir, dan dewa-dewi. Masyarakat animisme percaya bahwa benda mati pun memiliki roh atau mempunyai hubungan dengan roh leluhur.
Ilmu kedokteran berangsur-angsur berkembang di berbagai tempat terpisah yakni Mesir kuno, Tiongkok kuno, India kuno, Yunani kuno, Persia, dan lainnya. Sekitar tahun 1400-an terjadi sebuah perubahan besar yakni pendekatan ilmu kedokteran terhadap sains. Hal ini mulai timbul dengan penolakan–karena tidak sesuai dengan fakta yang ada–terhadap berbagai hal yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh pada masa lalu (bandingkan dengan penolakan Copernicus pada teori astronomi Ptolomeus. Beberapa tokoh baru seperti Vesalius (seorang ahli anatomi) membuka jalan penolakan terhadap teori-teori besar kedokteran kuno seperti teori Galen, Hippokrates, dan Avicenna. Diperkirakan hal ini terjadi akibat semakin lemahnya kekuatan gereja dalam masyarakat pada masa itu.
Ilmu kedokteran yang seperti dipraktekkan pada masa kini berkembang pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 di Inggris (oleh William Harvey, abad ke-17), Jerman (Rudolf Virchow) dan Perancis (Jean-Martin Charcot, Claude Bernard). Ilmu kedokteran modern, kedokteran "ilmiah" (di mana semua hasil-hasilnya telah diujicobakan) menggantikan tradisi awal kedokteran Barat, herbalisme, humorlasime Yunani dan semua teori pra-modern. Pusat perkembangan ilmu kedokteran berganti ke Britania Raya dan Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an (oleh William Osler, Harvey Cushing).
Kedokteran berdasarkan bukti (evidence-based medicine) adalah tindakan yang kini dilakukan untuk memberikan cara kerja yang efektif dan menggunakan metode ilmiah serta informasi sains global yang modern.
Kini, ilmu genetika telah mempengaruhi ilmu kedokteran. Hal ini dimulai dengan ditemukannya gen penyebab berbagai penyakit akibat kelainan genetik, dan perkembangan teknik biologi molekuler.
Ilmu herbalisme berkembang menjadi farmakologi. Masa modern benar-benar dimulai dengan penemuan Heinrich Hermann Robert Koch bahwa penyakit disebarkan melalui bakteria (sekitar tahun 1880), yang kemudian disusul penemuan antibiotik (sekitar tahun 1900-an). Antibiotik yang pertama kali ditemukan adalah obat Sulfa, yang diturunkan dari anilina. Penanganan terhadap penyakit infeksi berhasil menurunkan tingkat infeksi pada masyarakat Barat. Oleh karena itu dimulailah industri obat.
>
Praktek kedokteran
>
Praktek kedokteran mengombinasikan sains dan seni. Sains dan teknologi adalah bukti dasar atas berbagai masalah klinis dalam masyarakat. Seni kedokteran adalah penerapan gabungan antara ilmu kedokteran, intuisi, dan keputusan medis untuk menentukan diagnosis yang tepat dan perencanaan perawatan untuk masing-masing pasien serta merawat pasien sesuai dengan apa yang diperlukan olehnya.
Pusat dari praktek kedokteran adalah hubungan relasi antara pasien dan dokter yang dibangun ketika seseorang mencari dokter untuk mengatasi masalah kesehatan yang dideritanya.
Dalam praktek, seorang dokter harus:
membangun relasi dengan pasien
mengumpulkan data (riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik dengan hasil laboratorium atau citra medis)
menganalisa data
membuat rencana perawatan (tes yang harus dijalani berikutnya, terapi, rujukan)
merawat pasien
memantau dan menilai jalannya perawatan dan dapat mengubah perawatan bila diperlukan.
Semua yang dilakukan dokter tercatat dalam sebuah rekam medis, yang merupakan dokumen yang berkedudukan dalam hukum
>
Relasi pasien-dokter
>
Relasi pasien dan dokter adalah proses utama dari praktek kedokteran. Terdapat banyak pandangan mengenai hubungan relasi ini.
Pandangan yang ideal, seperti yang diajarkan di fakultas kedokteran, mengambil sisi dari proses seorang dokter mempelajari tanda-tanda, masalah, dan nilai-nilai dari pasien; maka dari itu dokter memeriksa pasien, menginterpretasi tanda-tanda klinis, dan membuat sebuah diagnosis yang kemudian digunakan sebagai penjelasan kepada pasien dan merencanakan perawatan atau pengobatan. Pada dasarnya, tugas seorang dokter adalah berperan sebagai ahli biologi manusia. Oleh karena itu, seorang dokter harus paham benar bagaimana keadaan normal dari manusia sehingga ia dapat menentukan sejauh mana kondisi kesehatan pasien. Proses inilah yang dikenal sebagai diagnosis.
Empat kata kunci dari diagnosis dalam dunia kedokteran adalah anatomi (struktur: apa yang ada di sana), fisiologi atau faal (bagaimana struktur tersebut bekerja), patologi (apa kelainan dari sisi anatomi dan faalnya), dan psikologi (pikiran dan perilaku). Seorang dokter juga harus menyadari arti 'sehat' dari pandangan pasien. Artinya, konteks sosial politik dari pasien (keluarga, pekerjaan, tingkat stres, kepercayaan) harus turut dipertimbangkan dan terkadang dapat menjadi petunjuk dalam kepentingan membangun diagnosis dan perawatan berikutnya.
Ketika bertemu dengan dokter, pasien akan memaparkan komplainnya (tanda-tanda) kepada dokter, yang nantinya akan memberikan berbagai informasi tentang tanda-tanda klinis tersebut. Kemudian dokter akan memeriksa, mencatat segala yang ditemukannya pada diri pasien dan memperkirakan berbagai kemungkinan diagnosis. Bersama pasien, dokter akan menyusun perawatan berikutnya atau tes laboratorium berikutnya bila diagnosis belum dapat dipastikan. Bila diagnosis telah disusun, maka dokter akan memberikan ("mengajarkan") nasihat medis. Relasi pengajaran ini menempatkan dokter sebagai guru (Physician dalam Bahasa Inggris; berasal dari bahasa Latin yang berarti guru).
Relasi dokter dan pasien dapat dianalisa dari pandangan masalah etika. Banyak nilai dan masalah etika yang dapat ditambahkan ke relasi ini. Tentunya, masalah etika amat dipengaruhi oleh tingkat masyarakat, masa, budaya, dan pemahan terhadap nilai moral. Sebagai contoh, dalam 30 tahun terakhir, penegasan dan tuntutan terhadap hak otonomi pasien kian meningkat di dalam dunia kedokteran Barat.
Relasi dan proses praktek juga dapat dilihat dari sisi relasi kekuatan sosial (seperti yang dikemukakan Michel Foucault atau transaksi ekonomi. Profesi dokter memiliki status yang lebih tinggi pada abad lalu, dan mereka dipercaya untuk melakukan tindakan dalam kesehatan masyarakat. Hal ini membawa suatu kekuatan tersendiri dan membawa keuntungan serta kerugian bagi pasien.
Pada 25 tahun terakhir ini, kebebasan dokter dipersempit. Terutama dengan kehadiran perusahaan asuransi seiiring naiknya biaya perawatan kesehatan. Di berbagai negara (seperti Jepang) pihak asuransi juga mempunyai pengaruh dalam penentuan keputusan medis.
Kualitas relasi pasien dan dokter sangat penting bagi kedua pihak. Saling menghormati, kepercayaan, pertukaran pendapat mengenai penyakit dan kehidupan, ketersediaan waktu yang cukup, mempertajam ketepatan diagnosis, dan memperkaya wawasan pasien tentang penyakit yang dideritanya; semua ini dilakukan agar relasi kian baik.
Relasi kian kompleks di luar ruang praktek pribadi dokter, seperti pada bangsal rumah sakit. Dalam rumah sakit, relasi tak hanya antara dokter dan pasien, namun juga dengan pasien lainnya, perawat, pekerja dari lembaga sosial, dan lainnya
sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Kedokteran
Langganan:
Komentar (Atom)